Keuchik Cot Mee Diteror OTK yang Mengaku Gerilyawan

Ilustrasi. (Foto: @Elshinta.com)

KPJ, SUKAMAKMUE — Keuchik Gampog Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Abdul Manan (56) mengaku akhir-akhir ini sering diteror orang tak dikenal (OTK).

Abdul Manan mengatakan, teror yang diterimanya baik melalui telepon atau sms berisikan ancaman terkait sengketa lahan warga Gampong Cot Mee dengan perusahaan perkebunan sawit PT. Fajar Baizury and Brothers.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu teror yang diterimanya tersebut ditulis dalam bahasa Aceh dengan mengatasnamakan pasukan gerilya.

“Hai pak geuchik, malam nyoe kah aman, tapi nyawoeng kah ngon si Asubki, atawa si Musilan gohlom aman kecuali bagah ka pu selesai sengketa tanoh nyan, nyo han wak droe tetap abeh. Nyan tergantung bak droe keuh pak keuchik, kamoe pasukan geriliawan cuma peureulei bithei,” begitulah bunyi teror sms yang sampai kepadanya.

Baca: Kesal Tanahnya Diserobot, Warga Cot Mee Siap Lawan Perusahaan Sawit

Tak hanya dirinya, teror juga datang kepada Asubki (30) dan Musilan (36), dua rekan Abdul Manan yang selama ini berusaha memperjuangkan lahan warga desa Cot Mee seluas 400 Hektare, yang di klaim oleh PT. Fajar Baizury and Brothers berada dalam areal HGU mereka.

“Saya sudah mencoba melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib, namun pihak yang berwajib sepertinya acuh tak acuh dalam hal ini. Tugas mereka selaku yang mengayomi dan memberi keamanan kepada masyarakat sepertinya tidak berlaku dalam hal ini. Jujur kami kecewa,” ujarnya kepada Kabarpidiejaya.com, Selasa (18/4/2017).

Sampai saat ini, sengketa antara masyarakat Cot Mee dengan PT. Fajar Baizury and Brothers tersebut masih berlangsung dan belum mencapai titik temu.

Abdul Manan mengaku pihaknya sangat berharap agar pihak yang berwajib serius dalam merespon persoalan ini karena menyangkut nyawa dan keamanan masyarakat desa Cot Mee. Selain ia juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Nagan Raya secepatnya menyelesaikan sengketa tanah di Gampong mereka agar ia dan masyarakat Cot Mee lainnya bisa menjalani hidup dengan tenang. (RA/UC)