Turki Kritik Masjid Liberal, Ini Tanggapan Pemerintah Jerman

KPJ, BERLIN — Terkait kritikan Turki terhadap sebuah Masjid liberal yang baru saja selesai dibangun di Berlin, Pemerintah Jerman mengecam Turki dan menyebutnya sebagai gangguan kebebasan beragama dan berpendapat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Martin Schaefer, seperti dilansir Reuters pada Sabtu (24/6), mengatakan, Berlin prihatin dengan pernyataan tersebut.

“Saya ingin sangat jelas menolak semua komentar yang jelas-jelas bermaksud mencabut hak-hak orang Jerman untuk bebas menjalankan agama mereka dan membatasi kebebasan berekspresi pendapat,” kata Schaefer.

“Bukan hak pemerintah menentukan bagaimana orang mempraktikkan agama mereka dan kami akan melindungi kebebasan beribadah sama seperti melindungi kebebasan berpendapat dan kebebasan pers,” sambungnya.

Badan Urusan Agama Turki, Diyanet, seperti diketahui melemparkan kritikan kepada Masjid Ibn Ruschd-Goethe di Berlin, yang dikenal sebagai “masjid liberal” pertama di Jerman. Diyanet menilai konsep masjid itu tak sesuai ajaran Islam, karena wanita menjadi imam salat untuk jemaah pria dan wanita.

Selain itu, jemaah pria dan wanita dibebaskan berbaur untuk salat bersama. Menurut Diyanet, gagasan semacam itu sejalan dengan proyek yang dipimpin oleh kelompok Fethullah Gulen, yang oleh Turki dituduh sebagai dalang kudeta gagal pada 15 Juli 2016.

Masjid itu diberi nama Ibn Ruschd-Goethe, nama yang mengacu pada filsuf Islam Ibnu Rusyd (Averroes) dan penulis ternama Jerman Johann Wolfgang von Goethe.

Menurut Diyanet, masjid tersebut mengabaikan prinsip dasar Islam dan tidak sesuai dengan ibadah, pengetahuan dan metodologi yang terakumulasi sejak Islam diajarkan Nabi Muhammad 14 abad silam.

Sumber: Sindonews.com