Berhasil Tidaknya Program RPJM Tergantung dalam RKA Dinas Terkait

KPJ, TRIENGGADENG — Tim Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Aceh, Muslahuddin Daud mengatakan, tembus tidaknya sebuah program yang telah direncanakan oleh Tim RPJM yang didapatkan dari masyarakat tergantung kepada dinas terkait dalam membuat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Hal tersebut disampaikan Muslahuddin dalam sebuah Fokus Diskusi Grup dengan tema “Pembangunan Terintegrasi Berdasarkan Kebutuhan Masyarakat Tringgadeng dengan Tim RPJM Provinsi Aceh” yang diselenggarakan Gen +, sebuah wadah organisasi lintas profesi di Aula Kecamatan Trienggadeng, Rabu (26/7/2017).

“Jadi nanti kita lihat sejauh mana dinas itu merefleksikan RPJM ini ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) pembangunan dalam setiap dinas. Semestinya dalam RKA tersebut nanti terjawab apakah ada tidaknya program yang telah kita buat sesuai format dalan RPJM,” ujarnya kepada Kabarpidiejaya.com, Rabu (26/7/2017).

Ia melanjutkan, karena RPJM adalah dokumen resmi politik dan teknokratik yang dikeluarkan oleh seorang pemimpin politik, maka semestinya program tersebut harus ada realisasinya.

“Apalagi misalnya dinas-dinas ini menganut sistem perencanaan, seharusnya program tersebut masuk,” katanya.

Ia menambahkan, apa yang dihasilkan dalam diskusi hari ini adalah penguatan dari substansi yang telah dibahas di Provinsi. Jadi, kata dia, secara umum apa yang disampaikan masyarakat sudah pernah dibahas sebelumnya.

“Tapi, ketika disampaikan lebih detail, maka kami mendapatkan gambaran yang lebih konkrit. Sebab, ini adalah poin penting untuk mengukur keberhasilan program RPJM terutama dalam lima tahun kedepan, ” ungkapnya.

Ditanya apa yang saat ini paling dibutuhkan masyarakat Trienggadeng, Muslahuddin mengatakan ada dua sektor yang paling krusial.

“Yang pertama adalah penyediaan air dalam hal ini irigasi, dan waduk. Kedua pengaspalan jalan menuju kebun, dan terakhir adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah kepada petani” imbuhnya. (pp)