Tiga Pasar yang Dibangun Pemkab Pijay Terlantar

KPJ, MEUREUDU — Sejumlah pasar yang dibangun Pemkab Pidie Jaya terlantar karena tidak difungsikan. Dari sekian yang terdata, kabarpidiejaya.com mengajukan tiga pasar tersebut. Pertama pasar ikan Pangwa di Gampong Deah Pangwa, Trienggadeng. Kedua rumah potong hewan di Gampong Meunasah Jurong Teupin Pukat dan pasar ikan di Gampong Meunasah Bie, Meurah Dua.

Ditemui di kantornya Kepala Dinas Industri, Perdagangan, dan Koperasi menjelaskan tidak difungsikan tiga pasar tersebut. Ungkapnya, Pasar Ikan Pangwa pernah ditertibkan oleh Asiah. Proses tersebut hampir menuai masalah baru karena para pedagang di sana sudah menunggu polisi pamong praja dengan parang yang ketika itu masih dipimpin Asiah.

“Sulit laku ikannya karena para pembeli harus masuk ke dalam. Mereka mengaku mengalami penurunan omset sampai 5 jutaan seminggu jika berdagang di pasar yang dibangun pemda. Bahkan, karena kesulitan tersebut, kalau memang harus dikutip pajak agak mahal, mereka bersedia asal tidak dipaksa berdagang di ke dalam (pasar ikan yang dibangun pemda),” ujarnya.

Sementara Pasar Ikan Meurah Dua tidak difungsikan karena belum dihibahkan Kementerian Perdagangan kepada Pemkab Pidie Jaya.

“Sekarang tidak bisa difungsikan lagi, sudah rusak karena gempa kemarin (7 Desember 2016),” imbuh Rapiati.

Sedangkan Rumah Potong Hewan (RPH) di Gampong Meunasah Jurong Teupin Pukat, ia mengaku belum mengetahuinya. Rapi baru beberapa bulan menjabat sebagai Kadisperindakop Pidie Jaya. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kadinsos Pidie Jaya yang kini dijabat Cut Aminah.

“Saya masih baru di sini. Jadi soal itu saya belum tahu. Coba hubungi Pak Muslim,” akunya.

Dihubungi via seluler, Sekretaris Disperindagkop Muslim Yahya, tidak mengangkat selulernya. Kabarpidiejaya.com mengirim sms menanyakan mengapa RPH tidak berfungsi.

“Meah, lon tengeh na acara aneuk mit di Padang, (Maaf, saya sedang ada acara anak di Padang),” tulisnya. (EM)