IWO Minta Pemkot Langsa Hentikan Diskriminasi Terhadap Jurnalis

KPJ, LANGSA — Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Aceh meminta kepada pemerintah Kota Langsa untuk menghentikan diskriminasi terhadap para pekerja pers, karena wartawan juga menjalankan perintah undang-undang.

Hal tersebut disampaikan ketua IWO Aceh, Muhammad Abubakar di Langsa, Senin (28/8/17) terkait keluhan wartawan di Kota Langsa yang merasa dihambat saat melakikan tugas jurnalistiknya.

Sejumlah wartawan yang sempat diberikan bed liputan oleh humas protokoler Pemko Langsa. Tapi, kemudian para wartawan itu tidak diizinkan masuk ke dalam gedung DPRK untuk melakukan aktifitas kewartawanan, Senin (28/8/17).

“Hal itu merupakan pelanggaran undang-undang pers. Seharusnya pantian tidak menghambat aktifitas kewartawanan,” ujar Abubakar.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh panitia pada pelantikan Wali Kota Langsa merupakan sebuah tindakan yang telah menghambat tugas jurnalistik.

“IWO sangat menyayangkan kejadian tersebut. Sebab, aebelumnya panitia pelaksana telah mengundang sejumlah wartawan dan memberikan ID Card peliputan. Namun kehadiran wartawan untuk meliput kegiatan tersebut dihadang oleh oknum pengaman atas perintah panitia. Hal itu sangat kita sayangkan,” jelas Abubakar.

Lanjutnya, kejadian tersebut merupakan pelecehan terhadap jurnalis di Kota langsa, apalagi pemerintah daerah itu telah menerapkan sistem adu domba sesama pekerja pers. Bagi wartawan yang kritis terhadap kinerja pemerintah setempat mereka tidak diterima di humas.

“Olehnya, IWO meminta pemerintah Kota Langsa untuk menghargai tugas jurnalistik yang dilakukan oleh wartawan di daerah itu,” pinta Abubakar. (EM)