Peusaba Minta Ulama di Aceh Keluarkan Fatwa Terkait Situs Sejarah

KPJ, BANDA ACEH — Ketua Peubeudoh Sejarah Adat dan Budaya (Peusaba) Aceh, Mawardi Usman meminta Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Ulama Dayah keluarkan fatwa tentang perlindungan situs sejarah Aceh.

Hal tersebut diungkapnya mengingat perlunya perlindungan situs sejarah. Menurutnya, banyak makam para ulama, raja dan pembesar yang sudah hancur baik karena proyek maupun dihancurkan tanpa sadar oleh masyarakat karena dianggap peninggalan Hindu.

“Peusaba menilai fatwa ini penting karena jaringan para ulama meluas hingga ke lapisan terbawah. Peusaba mengingatkan tanpa peran ulama, maka penghancuran akan berjalan terus tanpa henti,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Kabarpidiejaya.com, Kamis (31/8/2017).

Usman melanjutkan, ulama Aceh terkenal, Teungku Kutakarang adalah ulama terkenal yang mengutuk Belanda yang aktif menghancurkan makam sultan, ulama dan makam Aulia di Aceh.

Para ulama masa itu, terang dia mengeluarkan fatwa haramnya meninggalkan wilayah tanpa perang dengan musuh Belanda. Sebab pasti akan disusul penghancuran Dayah, makam dan peninggalan berbagai benda kuno Aceh.

“Pada masa sekarang, penghancuran situs terus berlanjut. Oleh karena itu, sudah saatnya penghancuran situs dihentikan secara menyeluruh sebab itu adalah bukti peradaban Islam di Asia tenggara dan harta berharga bagi dunia Islam,” harap dia. (rilis/pp)