Tim RPJM Irwandi – Nova Gelar Diskusi Publik di Pidie Jaya.

KPJ, ULEE GLE — Tim Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh yang dibentuk Gubernur Aceh terpilih, Irwandi – Nova menggelar diskusi publik dengan masyarakat Bandar Dua di Aula kantor camat setempat, Sabtu, (12/8/17).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan masyarakat dan tokoh Bandar Dua dari berbagai kalangan serta unsur muspika setempat. Tim RPJM dari provinsi yang hadir yaitu Muslahuddin Daud, praktisi pertanian dan Tarmizi, pengurus teras PNA Aceh.

Tarmizi yang akrab disapa Wak Tar di kalangan aktivis memaparkan sejumlah program gubernur terpilih, Irwandi Yusuf yang sedang dijalankan dalam masa 100 hari pemerintahan Irwandi-Nova. Di antaranya adalah sistem informasi terpadu yang dirangkum dalam Aceh SIAT.

“Diharapkan tiga tahun yang akan datang, informasi tentang masyarakat Aceh dapat dipindai dari sidik jari,” kata Wak Tar.

Sistem one data for every one ini diharapkan akan dipakai oleh semua lembaga pemerintah untuk mendukung sistem data satu pintu.

“Selama ini sistem data masayarakat Aceh amburadul, lain lembaga lain data,” Kata Wak Tar.

Dalam pertemuan itu juga mencuat beberapa persoalan di antaranya masalah air, ketersediaan pupuk, dan akses permodalan bagi para petani di Kecamatan Bandar Dua.

“Kami Pak, masalah terberatnya adalah ketersedian air untuk tanaman padi kami, serta pupuk yang sering langka di pasaran,” ungkap Nasruddin, petani di Bandar Dua Pidie Jaya.

Muslahuddin Daud yang menanggapi problem petani ini mengungkapkan bahwa pihak Tim RPJM telah mengidentifasi adanya permainan mafia pupuk dalam kasus kelangkaan pupuk di Aceh. “Dalam waktu dekat, pemerintah akan membentuk tim berantas mafia pupuk untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani,” kata pria yang akrab disapa Bang Mus ini.

Diskusi Publik dengan TIM RPJM Aceh bentukan Gubernur Irwandi terlaksana atas inisiasi para pemuda yang tergabung dalam Generasi Positif Pidie Jaya. Agusrianto Nurdin, salah seorang inisiator GenPlus berharap masyarakat Pidie Jaya dapat menyampaikan segala persoalan yang dialami di daerah kepada TIM RPJM Provinsi untuk kemudian bisa dirumuskan dalam program pembangunan pemerintah untuk lima tahun yang akan datang. (EM)