Dinkes Aceh Barat Dihadiahi Kolor Oleh Mahasiswa

KPJ, MEULABOH — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Company Aksi Teatrikal untuk Rakyat (CATUR), Kamis lusa (26/10/17) melakukan aksi teatrikal di Kantor Dinas Kesehatan Aceh Barat. Aksi satire-sarkasme ini merupakan protes atas beberapa rentetan kejadian memilukan yang dialami oleh warga yang tak mendapat pelayanan medis sehingga memakan korban jiwa.

Seperti yang terjadi di Lancong, Kecamatan Sungai Mas baru-baru ini, seorang bayi berumur 1,5 tahun meninggal dunia karena disebut-sebut tenaga medis sedang kosong ketika akan dibawa di Puskesmas Kajeung dan Poskesdes di wilayah itu.

Sementara, saat hendak dirujuk ke RSU Cut Nyak Dhien yang jaraknya sekitar 60 Km, ambulans satu dipakai, satunya laginya tidak jelas keberadaannya.

“Pada bulan Mei lalu hal serupa juga menimpa warga Panton Reu. Seorang ibu terpaksa melahirkan dalam bagasi di RSU, karena pihak medis dan ambulans juga tidak berada di tempat. Ini adalah preseden buruk pelayanan kesehatan di Aceh Barat, Kepala Dinkes Zafril Luthfi harus turun dari jabatannya, masa kepemimpinannya bobrok, banyak nyawa yang hilang di masa kepemimpinannya,” teriak seorang orator dalam aksi tersebut.

Peserta aksi meminta Kepala Dinas Kesehatan dr. Zafril Luthfi untuk segera menemui mereka. Namun berhubung yang diminta tak berada di tempat, terpaksa digantikan oleh salah seorang perwakilan dari pihak Dinas Keseehatan yaitu dr. Cut Bris Santi.

Kepada dr. Cut Briz Santi, salah seorang perwakilan mahasiswa memberi bingkisan berupa map yang dibungkus koran. Saat dibuka, bingkisan tersebut ternyata isinya celana dalam.

“Itu bingkisan yang isinya menandakan betapa buruknya pelayanan kesehatan di Aceh Barat masa Zafril Lutfhi memimpin,” terang si pemberi CD tersebut saat dimintai keterangan oleh KAB perihal pemberian celana dalam tersebut di tempat terpisah.

Tak sampai di situ, saat peserta aksi beranjak dari lokasi aksi, mereka sempat melempari pamlet Kantor Dinas Kesehatan dengan telur busuk. (EM)