IAI Al-Aziziyah Samalanga Jalin Kerjasama Dengan Mahkamah Syar’iyah Meureudu


KPJ, MEUREUDU-
Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIA Samalanga kembali melakukan kerjasama dengan mahkamah Syar’iyah Tingkat Kabupaten Pidie Jaya, kerjasama ini berfokus di bidang bantuan hukum dan pratikum mahasiswa jurusan syariah yang ingin mengaplikasikan ilmunya pada tahapan praktek dasar pada setiap persoalan hukum yang sedang dihadapi kasus hukumnya oleh masyarakat.

” Kerjasama ini dibuktikan dengan kesepakatan bersama penandatangan MOU oleh Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dengan Ketua Mahkamah Syariyyah Pidie Jaya bertempat di Aula Mahkamah Syar’iyah Pidie Jaya yang turut juga di saksikan oleh para stekholder para peduli hukum dalam kabupaten Pidie Jaya, kamis, (26/10/2017)”, kata Tgk. Riandi Syafri, MA selaku Humas IAI Al-Aziziyah Samalanga kepada kabarpidiejaya.com, jum’at (27/10/2017)

Sementara itu Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Tgk. Abdullah, MA saat di hubungi menyebutkan bahwa tujuan kerjasama ini sebagai bentuk pos bantuan hukum kepada ma­sya­rakat. Ini terbentuk atas kerja sama Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAI Al-Aziziyah Samalanga dengan Mahkamah Syar’iyah Meureudu.

” Hasil pertemuan yang di tuangkan dalam bentuk kerjasama dan nantinya pelaksanaan pos bantuan hukum dan berbagai konsultasi hukum lainnya akan dipu­satkan pada kantor Mahkamah Syar’iyah Meureudu ,” ujarnya yang juga kandidat Doktor UIN Sumatera Utara itu.

Ketua Mahkamah Syar’yah Meureudu Drs. Zukri SH melalui wakil Ketuanya M. Syauqi, S.HI, SH, MH mengatakan kerjasama ini sangat positif bagi kedua lembaga tersebut baik IAI Al-Aziziyah Samalanga maupun Mahkamah Syariah sendiri, ” Kerjasama ini sangat banyak nilai positifnya kedua lembaga tersebut. Disatu sisi pihak IAI Al-Aziziyah para mahasiswa hukum dapat memberikan kontribusi ilmunya kepada masyarakat baik konsultasi tentang hukum dan lainnya. Di pihak Mahkamah Syar’iyah sendiri dapat membantu lembaga ini dalam merealisasikan pelayanan hukum kepada masyarakat dengan mudah dan terorganisir,” papar M. Syauqi yang juga mahasiswa program doktoral di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Disebutkannya, tugas yang harus dilakukan Pos Bantuan Hukum (klinik hukum) oleh mahasiswa antara lain me­layani masyarakat yang tidak mam­­pu dalam hal konsultasi hukum, bantuan pendampingan advokat di persidangan pada Mahkamah Syar’iyah dan termasuk membuat dokumen hukum hingga pertanggungjawaban.
(HA)