KOPPA Kecam Pernyataan Kasubdit BNN Hendrajid Putut Wigdado

KPJ, Banda Aceh — Ketua Komite Persatuan Pemuda Aceh (KOPPA), Teuku Al Jabbar mengatakan statemen provokatif Kasubdit I Badan Narkotika Nasional (BNN) Hendrajid Putut Wigdado merugikan masyarakat Aceh.

“Ini seperti simalakama. Sebagai orang terpelajar, seharusnya Hendrajid tidaklah perlu mengeluarkan pernyataan yang membuat resah,” kata dia, Selasa, 17 Oktober 2017.

Menurutnya, setelah pernyataan kontroversi itu bergulir ke masyarakat, apakah BNN berdiam saja tanpa mengeluarkan klarifikasi yang valid dan bisa diterima rakyat Aceh.

“BNN harus segera bicara data, dan mampu meredam gejolak rakyat. Kalau tidak, BNN bisa membawa petaka bagi dirinya sendiri,” kata Al Jabbar.

Selain itu, kata dia, Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa dalam Menghadapi Keadaan Darurat Narkoba Menuju Indonesia Sehat yang digembor-gemborkan BNN hanyalah pajangan belaka karena tidak mampu merangkul masyarakat.

“Saya mewakili pemuda dan pemudi aceh dari komunitas Komite Persatuan Pemuda Aceh (KOPPA) meminta agar hendrajid segera meralat dan meminta maaf di media terkait pernyataan bodohnya tersebut,” kata dia.

Sebelumnya, sebagaimana dilansir Merdeka.com, Kasubdit I Masyarakat Pedesaan BNN Hendrajid Putut Wigdado mengatakan, masyarakat Aceh tidak bisa dipisahkan dari Ganja. Sebab, Ganja menjadi tanaman yang bermanfaat untuk diberdayakan.

“92 Persen ganja di Indonesia itu kan dari Aceh, kemudian 90 persen masyarakat Aceh itu kan tidak bisa dipisahkan oleh Ganja, karena akar budayanya dia itu seperti akar Ganja nya juga, dia makan berobat itu dari situ,” ujar Hedrajid di Santa Monica Resort Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/10) seperti dikutip Merdeka.com

Oleh sebab itu, BNN juga disebut ingin menggalakkan program Grand Design Alternative Development (GDAD). Yaitu program yang membuat petani Aceh tak menanam ganja lagi. Melainkan menanam bahan-bahan yang produktif dan juga legal. Sebab, banyak petani di desa-desa di Aceh yang menanam Ganja karena kemiskinan dan pengangguran.

“Artinya kalau kita mau lakukan terobosan, ya terobosannnya ganti dong aceh dengan tanaman lain, yaitu AD (Alternative Development),” tuturnya.