Kwalitas Pelayanan Puskesmas Drien Rampak Arongan Lambalek Jauh Dibawah Standar

KAB, Aceh Barat – Warga dari tiga desa di Kecamatan Arongan Lambalek, Jum’at (19/1), melakukan identifikasi pelayanan kesehatan di UPTD Drien Rampak melalui kegiatan Monitoring Standar Layanan Puskesmas di Aula Kecamatan setempat yang diinisiasi LSM GeRAK Aceh Barat.

Warga yang melakukan evaluasi merupakan fasilitator dari tiga desa yakni Peuribu, Simpang Peut, dan Seuneubok Teungoh yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan Monitoring Standar Layanan dari GeRAK Aceh Barat.

“Fasilitator ini adalah mereka-mereka yang sudah diberikan peningkatan kapasitas meliputi pemahaman tentang standar dan prosedur pelayanan,” terang Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra kepada media ini, Jum’at (19/1) disela kegiatan.

Melalui proses identifikasi kata Edy, para fasilitator tersebut akan memastikan apakah unit layanan Puskesmas atau UPTD kesehatan telah sesuai Standar Pelayanan Minimal Kesehatan sesuai Permenkes Nomor 75/2014 dan 43/2016 ataupun tidak.

Dari hasil identifikasi, ditemukan bahwa kualitas pelayanan di Puskesmas Drien Rampak Arongan Lambalek masih jauh dibawah standar layanan, yang diketahui melalui beberapa temuan saat identifikasi, seperti kurangnya jumlah dokter, tidak adanya petugas farmasi, fasilitas prasarana dan sarana belum memadai dan beberapa lainnya.

Hal tersebut juga diakui oleh perwakilan dari UPTD Kesehatan setempat, dr. Onna Januaresty. Karenanya, melalui monitoring tersebut dirinya berharap pelayanan kesehatan di tempatnya bertugas kedepannya akan semakin baik.

“Dengan adanya kegiatan monitoring ini ada wadah untuk menyampaikan aspirasi warga mengenai pelayanan kesehatan yang selama ini mereka dapat. Karena, pada dasarnya kami selaku petugas hanyalah pelaksana, karena ada hal-hal yang bukan ranah kami, seperti meminta penambahan jumlah dokter. Oleh karena itu, diharapkan setelah adanya kegiatan ini, akan terjadi perbaikan pelayanan khususnya di Puskesmas,” ujar Onna.

Setali dengan itu, Camat Arongan Lambalek, Mawardi yang turut hadir memantau monitoring mengatakan dirinya cukup apresiatif terhadap kegiatan tersebut.

“Pelayanan terhadap kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, harapan masyarakat terciptanya suatu pelayanan kesehatan yang ideal kedepannya akan terwujud. Karena, memang patut kita akui, pelayanan kesehatan di Puskesmas Arongan Lambalek masih jauh di bawah standar minimal. Sekali lagi semoga saja harapan kita adanya pelayanan kesehatan yang memadai akan terwujud,” ucapnya.

Masih dengan Edy, hasil identifikasi Monitoring Standar Layanan tersebut menjadi rekomendasi yang akan didiskusikan di tingkat kabupaten bersama dinas terkait sehingga perbaikan layanan khususnya kesehatan dapat terwujud. (R/R)