Ratusan Penyair Tolak Buku Puisi Esai  Denny J.A lewat Petisi

JAKARTA, Kabarpidiejaya.com — Ratusan sastrawan dari seluruh Indonesia membuat petisi penolakan terhadap program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional yang digagas oleh salah satu pemilik lembaga survei Denny Januar Ali (Denny JA).

Penolakan tersebut dilakukan lantaran progam puisi dinilai telah membuat penggelapan sejarah, pembodohan, pengeliruan definisi-definisi ilmiah, dan segala praktik manipulatif lain dalam kesusastraan Indonesia.

“Tanggal 8 Januari 2018 beberapa penyair muda membentuk grup WA dengan nama Penyair Muda Indonesia. Grup itu diniatkan untuk menjadi wadah para penyair muda untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan saling berbagi informasi seputar perkembangan sastra Indonesia,” tulis koordinator petisi, Ramon Apta dalam rilisnya, Jumat 19 Januari 2018.

Sejak tanggal 11 Januari, para anggota grup banyak berdiskusi tentang program penulisan buku puisi esai nasional yang melibatkan Denny JA. Karena berbagai alasan, para penyair dalam grup itu pun bersepakat untuk menolak proyek buku dimaksud.

“Para penyair menemukan, bahwa ada banyak nama yang mengikuti proyek tersebut karena tergiur oleh tawaran uang, tanpa memahami konteks permasalahannya secara utuh. Ini membuat mereka merasa perlu melakukan sebuah usaha penyadaran bahwa apa yang dilakukan oleh DJA merusak susastra Indonesia,” kata dia.

Ia melanjutkan, tanggal 16 Januari 2018, alasan-alasan penolakan terhadap proyek buku tersebut, dituangkan dalam beberapa poin, dan dibuatlah sebuah petisi penolakan terhadap proyek buku puisi esai Denny JA.

Usai melalui diskusi yang matang tentang rumusan petisi, maka tanggal 17 Januari 2016 pukul 18.05, petisi tersebut mulai ditandatangani oleh penyair Jamil Massa, diikuti Arco Transept, Mario Lawi, dan seluruh anggota grup yang lain. Hingga tanggal 18 Januari 2018, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh 103 orang penyair dari berbagai kota provinsi di Indonesia. Disepakatilah bahwa petisi itu perlu diunggah pula ke media sosial facebook, dan ke grup-grup WA yang lain, barangkali ada publik sastra yang lain, yang setuju dan ingin ikut menandatanganinya.

“Petisi tersebut mendapat sambutan yang baik, dan mulai ditandatangani oleh lebih banyak orang, antara lain di facebook, grup WA Ruang Sastra, Grup WA Penyair Indonesia, dan lain-lain,” ujar Ramoun.

Dalam perkembangannya, tambah dia, penyebaran petisi ini mendapatkan beberapa gangguan. Semisal munculnya sebuah petisi bayangan yang mencatut petisi ini. Sangat disayangkan ada nama Narudin Pituin di situ. Seorang kritikus yang dianggap bermasalah dan punya kaitan erat dengan DJA sehingga petisi yang kami buat menjadi terkesan main-main. Namun masalah tersebut bisa diatasi dengan membuat klarifikasi di sejumlah grup WA dan FB, sementara data yang valid terus dikoreksi dan perbaharui terus menerus.

“Di akhir batas waktu yang telah kami tentukan yakni Jumat (19/01) pukul 17.00 Wib, telah terkumpul 549 nama yang mendukung petisi ini. Adanya nama-nama tersebut bagi kami telah cukup menjadi bukti bahwa publik pelaku dan pemerhati sastra Indonesia masih menaruh harapan besar akan kesusastraan yang bersih dari praktik-praktik penggelapan sejarah, pembodohan, pengeliruan definisi-definisi ilmiah, dan segala praktik manipulatif lain dalam kesusastraan Indonesia,” katanya.

Tak sampai di situ, para Penyair Muda Indonesia bersama 170 penulis, penyair, jurnalis, dan peneliti di 34 propinsi di Indonesia juga mengkritisi program tersebut karena dianggap bermasalah.

Klaim puisi esai sebagai genre baru, kata Ramoun, adalah tindakan yang tidak dapat diterima karena bertujuan penggelapan sejarah.

“Puisi Esai menurut Thomas Gray (http://www.thomasgray.org/resources/gllitterms.shtml) adalah komposisi ekspositori pendek dalam puisi, yang biasanya ditujukan untuk khalayak umum,” kata dia.

Ramoun mengungkapkan, dalam sejarah kesusastraan dunia, Alexander Pope, penyair Inggris Abad XVIII, telah menuliskan bentuk semacam ini dalam buku berjudul “An Essay on Man”. Pope menuliskan esai filosofis dengan bentuk puisi, menggunakan kuplet dengan pentameter iambik. Terdiri dari empat epistel (bab) yang membicarakan pelbagai topik tentang kemanusiaan.

Menururnya, fakta tersebut meruntuhkan klaim DJA dalam kata pengantar proyek buku puisi esainya yang pertama, “Atas Nama Cinta” yang dikutipkan sebagai berikut:

“Kebutuhan ekspresi kisah ini membuat saya memakai sebuah medium yang tak lazim. Saya menamakannya “Puisi Esai”. Ia bukan esai dalam format biasa, seperti kolom, editorial atau paper ilmiah. Namun, ia bukan juga puisi panjang atau prosa liris. Medium lama terasa kurang memadai untuk menyampaikan yang dimaksud.” (Denny JA, 2012:11).

Meskipun mendapat kritik keras dari ratusan penyair, DJA dinilai belum berhenti untuk memaksakan konsep puisi esai yang bermasalah tersebut ke dalam lingkungan pembicaraan sastra dan sastrawan Indonesia melalui Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional yang digagasnya.

“DJA bersikeras menyebut bentuk yang digagasnya sebagai puisi esai, padahal karakteristik yang dipakai adalah karakteristik puisi naratif, dengan plot, tokoh, dan ceritanya. Catatan kaki yang disyaratkan sebagai ciri ke-esai-an puisi esai juga bukan ciri utama atau keharusan esai. Esai kerap tak memiliki catatan kaki. Mendukung program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA sama artinya dengan mendukung kekeliruan definisi dan konsep tersebut, yang pada gilirannya merupakan tindak perusakan sastra sebagai kajian keilmuan,” kata dia.

Diketahui, program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional ini bukanlah proyek pertama yang pernah dibuat DJA.

Sebelumnya, DJA mensponsori proyek penulisan sebuah buku berjudul “Membawa Puisi Ke Tengah Gelanggang” yang sarat glorifikasi akan peran DJA sendiri dalam kesusastraan Indonesia.

Buku yang penggarapannya ia serahkan kepada Narudin Pituin, seorang finalis Duta Bahasa yang kerap mengaku sebagai kritikus meski kompetensi dan kredibilitasnya dalam lapangan kritik sastra sendiri masih dipertanyakan banyak pihak.

“Buku tersebut dibagi-bagikan gratis kepada sejumlah sastrawan, yang kemudian berujung pada pengembalian buku yang dimaksud oleh sebagian penerimanya sebagai bentuk protes,” jelas Ramoun.

Sebelumnya lagi, DJA terlibat dalam penyusunan buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” yang penuh kontroversi. Buku yang secara bias telah menyejajarkan DJA sendiri dengan nama-nama penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia seperti: Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, HB Jassin dan lain-lain.

“Dapat dikatakan DJA telah berkali-kali melakukan upaya perusakan sistematis terhadap sastra Indonesia dan pelecehan terhadap kerja-kerja kesusastraan,” kata dia.

Berdasarkan alasan-alasan di atas pula, para pelaku dan pemerhati sastra Indonesia, mengajukan petisi sebagai berikut:

1). Menolak Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional Denny J.A.

2). Menolak semua proyek serupa yang sifatnya merusak sastra Indonesia dan membodohi masyarakat, baik itu yang digagas DJA maupun pihak-pihak lain.

3). Menuntut DJA menghentikan Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional

4). Menyerukan kepada semua yang terlibat dalam Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA untuk mengundurkan diri, membatalkan kontrak, dan mengembalikan honor. Bila membutuhkan bantuan terkait prosesnya, akan kami upayakan mencari jalan keluar bersama.

5). Menyerukan kepada komunitas-komunitas sastra di seluruh Indonesia untuk menangkal Program Penulisan Buku Puisi Esai Nasional DJA dan mencegah anggota komunitas masing-masing terlibat dalam proyek buku puisi esai dimaksud.

Jakarta, 17 Januari 2018

Penandatangan Petisi:
1. A. Farid Fakih – Jawa Timur
2. A. Nabil Wibisana – Nusa Tenggara Timur
3. Aang A.K – Jakarta
4. Abdul M. Djou – Nusa Tenggara Timur
5. Abdullah Salim Dalimunthe – Bandung, Jawa Barat
6. Abu Rahmat – Aceh
7. Abu Wafa – Jawa Timur
8. Achmad Ubaidillah Albantany – Banten
9. Adam Makatita – Maluku
10. Adam Yudhistira – Sumatera Selatan
11. Ade Ubaidil – Banten
12. Adelia Berliani H P – Yogyakarta
13. Aditya Putra Pidada – Bali
14. Aditya Warman – Jakarta
15. Adri Lubis – Sumatera Utara
16. Agung Wicaksana – Jawa Timur
17. Agung Yuli TH – Jawa Timur
18. Agus R Subagyo – Jawa Timur
19. Agus Salim – Jawa Timur
20. Agustinus “Gus Noy” Wahyono – Kalimantan Timur
21. Ahadul Fauzi Ahmady – Jawa Tengah
22. Ahda Imran – Bandung, Jawa Barat
23. Ahmad Fauzan Al Fatih – Malang, Jawa Timur
24. Ahmad Rifai – Banten
25. Ahmad Yulden Erwin – Lampung
26. Aji Sucipto – Banten
27. Aka Sylvie Tania – Jawa Timur
28. Akhsanul Iman – Sulawesi Selatan
29. Al Gifari – Banten
30. Aldiansyah MF – Gorontalo
31. Aldy Istanzia Wiguna – Jawa Barat
32. Alexander Gebe – Lampung
33. Alfian Dippahatang – Sulawesi Selatan
34. Alfiandana Susilo Aji – Jawa Tengah
35. Alfin Rizal – Jawa Tengah
36. Ali Arsy – Kalimantan Timur
37. Ali Munir S. – Jawa Timur
38. Alice Putri Prawira – Jakarta
39. Alif Raung Firdaus – Jawa Timur
40. Allia Puput – Sumatera Utara
41. Alwi Harianto – Jawa Timur
42. Alya Salaisha – Bekasi, Jawa Barat
43. Ama Achmad – Sulawesi Tengah
44. Amalia Fasya – Sumatera Utara
45. Amrin Zuraidi Rawansyah – Kalimantan Barat
46. Amrullah Are P. – Sumatera Utara
47. Anaci Tnunay – Nusa Tenggara Timur
48. Ancy Gasu – Manggarai, Nusa Tenggara Timur
49. Andhika Budi Pratama – Banten
50. Andini Nafsika – Sumatera Barat
51. Angga Kusumadinata – Jawa Barat
52. Angga Wynda Perdana – Jawa Barat
53. Anis Safitri – Jawa Timur
54. Anna Wandira – Kalimantan Timur
55. Annisa M Adlani – Banten
56. Annisa Rakgmadini – Jawa Timur
57. Arbi Tanjung – Sumatera Barat
58. Arco Transept – Sumatera Selatan
59. Ardian Pratama – Riau
60. Aries Pidrawan – Bali
61. Arif Fitra Kurniawan – Jawa Timur
62. Arif Hukmi – Sulawesi Selatan
63. Arif Khilwa – Pati, Jawa Tengah
64. Aris Abeba – Riau
65. Aris Rahman – Jawa Timur
66. Arliza Septian – Jawa Timur
67. Arman AZ – Lampung
68. Armin Bell – Nusa Tenggara Timur
69. Armyanto Guci – Sumatera Barat
70. Arnata Pakangraras – Jakarta
71. Arther P Olii – Sulawesi Utara
72. Arumida – Jawa Tengah
73. Aryan Futra – Jambi
74. Asef Saeful Anwar – Yogyakarta
75. Ashari Ramadana T – Sulawesi Selatan
76. Aslan Abidin – Sulawesi Selatan
77. Asrizal Nur – Jawa Barat
78. Asti Na – Yogyakarta
79. Asti Pratiwi – Sulawesi Selatan
80. Astrajingga Asmasubrata – Jawa Barat
81. Ayu Cipta – Tangerang, Banten
82. Ayu Listari – Riau
83. Azhari Aiyub – Aceh
84. Azizah Masdar – Riau
85. Azure Azalea – Sulawesi Selatan
86. Azzam Muhammad Periz Malki – Kalimantan Barat
87. Baboh Lazurra – Bekasi, Jawa Barat
88. Bagus Dwi Hananto – Jawa Tengah
89. Baldi Arezky – Jambi
90. Bambang Kariyawan – Riau
91. Bandi Robi – Jakarta
92. Batara Al Isra – Sulawesi Selatan
93. Bela Janare Putra – Sumatera Selatan
94. Bernando J. Sujibto – Jawa Timur
95. Berto Tukan – Jakarta
96. Berty Sinaulan – Jakarta
97. Bonk Ava – Bali
98. Boy Riza Utama – Riau
99. Bram Ricky Aginta – Sumatera Utara
100. Bresman Marpaung – Sumatera Selatan
101. Buana KS – Jambi
102. Budi Hutahusut – Kota Metro, Lampung
103. Budi Saputra – Sumatera Barat
104. Budy Utamy – Riau
105. Buset – Bekasi, Jawa Barat
106. Cahaya Muslim P S – Jawa Barat
107. Cahya Mohamad Rizki – Jawa Barat
108. Cahya Ridlo Gusti – Yogyakarta
109. Candra Dalila – Gorontalo
110. Cevi Octobeary – Jakarta
111. Chai Siawandi – Kalimantan Timur
112. Christin Natalia Adal – Nusa Tenggara Timur
113. Cici Ndiwa – Nusa Tenggara Timur
114. Cyprianus Bitin Berek – Nusa Tenggara Timur
115. D. Purnama – Mempawah, Kalimantan Barat
116. Dadang Ari Murtono – Jawa Timur
117. Dadi Naang – Kalimantan Barat
118. Dafrika Doni – Sumatera Barat
119. Dahlia Rasyad – Sumatera Selatan
120. Dalasari Pera – Sulawesi Selatan
121. Daruz Armedian – Jawa Timur
122. Daviatul Umam – Jawa Timur
123. Dede Supriatna – Jawa Barat
124. Dedi Lolansolot – Nusa Tenggara Timur
125. Dedy Tri Riyadi – Jakarta
126. Dellorie Ahada – Sumatera Barat
127. Denni Meilizon – Sumatera Barat
128. Denny Mizhar – Jawa Timur
129. Derry Saba – Nusa Tenggara Timur
130. Devani Adinda – Tangerang
131. Devin Nodestyo – Lampung
132. Dewi Indra Puspitasari – Jawa Timur
133. Dewi Nova – Banten
134. Dewi Salistiawati W – Depok, Jawa Barat
135. Dheni Kurnia – Riau
136. Dian Erika – Jawa Timur
137. Dian Rusdiani – Bekasi, Jawa Barat
138. Dicky Armando – Kalimantan Barat
139. Dimas Indiana Senja – Jawa Tengah
140. Dimas Radjalewa – Nusa Tenggara Timur
141. Dina Anggraini – Sumatera Selatan
142. Dino Umahuk – Maluku Utara
143. Dita Shakina – Sumatera Utara
144. Djemi Radji – Gorontalo
145. Dody Kristianto – Banten
146. Dunstan Obe – Nusa Tenggara Timur
147. Dwi Anggraini – Jambi
148. Dwi Ariyantoni – Yogyakarta
149. Dwi Cipta – Yogyakarta
150. Dwi Firda Aulia – Jambi
151. Ecko Saputra Poceratu – Maluku
152. Edeng Syamsul Ma’arif – Jawa Barat
153. Edi Pramduane – Jawa Barat
154. Edy Firmansyah – Madura, Jawa Timu
155. Edy Samudra Kertagama – Lampung
156. Eghe La U Taher – Buteng, Sulawesi Tenggara
157. Eimond Esya – Jakarta
158. Eka Prawira – Jakarta
159. Eko Bastra – Jawa Tengah
160. Eko Darmoko – Jawa Timur
161. Eko S. Ayata – Jambi
162. Eko Setyawan – Jawa Tengah
163. Ellen Wanodya Ghati – Jawa Timur
164. Emong Soewandi – Bengkulu
165. Enny Maryani S – Jambi
166. Eric Lofa – Nusa Tenggara Timur
167. Erich Langobelen – Nusa Tenggara Timur
168. Erlangga EF – Jawa Timur
169. Erni Widiyawati – Jawa Tengah
170. Erwan Susanto – Jawa Timur
171. Ester S H Simanjuntak – Sumatera Utara
172. Esthi Ayu – Bante
173. Ewith Bahar – Jakarta
174. F. Daus AR – Sulawesi Selatan
175. Faisal Oddang – Sulawesi Selatan
176. Fajar Kelana – Roma, Italia.
177. Fajar Saeful Rohim – Jawa Timur
178. Fajar Timur – Banten
179. Faris Bobero – Maluku Utar
180. Farisi Al – Jawa Timu
181. Farra Yanuar – Bandung, Jawa Barat
182. Fatah Anshori – Jawa Timur
183. Fathulrachman – Sulawesi Selatan
184. Fathur Rohim Syuhadi – Jawa Timur
185. Fatimah Putri S.F – Jawa Timur
186. Febrianiko Satria – Jambi
187. Felice Keraf – Nusa Tenggara Timur
188. Felix Nesi – Nusa Tenggara Timur
189. Ferry – Sumatera Selatan
190. Fika anggi – Jawa Timur
191. Fitrah anugrah – Jawa Timur
192. Fitri Diyah – Jawa Tengah
193. Fuad Hasan – Sulawesi Barat
194. Fyan Fendi – Jawa Barat
195. Galeh Pramudianto – Tangerang Selatan
196. Ganjar Sudibyo – Jawa Tengah
197. Gilang Perdana – Jawa Tengah
198. Gita FU – Jawa Tengah
199. Gita Pratama – Jawa Timur
200. Giyanto Subagio – Jakarta
201. Glend Nasution – Jakarta
202. Goenawan Monoharto – Sulawesi Selatan
203. Gunawan Budi Santoso – Jawa Tengah
204. Gunawan Tri Atmodjo – Jawa Tengah
205. Gusty Fahik – Nusa Tenggara Timur
206. Hadi Sastra – Banten
207. Halim Bahriz – Jawa Timur
208. Hamdani – Sumatera Barat
209. Hamzah Gazali Said – Sumatera Selatan
210. Handoko F. Zainsam – Jakarta
211. Hani Hanifah – Jawa Barat
212. Hanna Yohanna – Jawa Timur
213. Harie Khairiyah – Aceh
214. Harry Isra – Sulawesi Selatan
215. Hary B Koriun – Riau
216. Hasan Aspahani – Jakarta
217. Hasan Basri – Yogyakarta
218. Hasan Bisri BFC – Jawa Barat
219. Hasan Gauk – Lombok, Nusa Tenggara Barat
220. Hasta Indriyana – Jawa Barat
221. Hazana Itriya – Jakarta
222. HBJ Arafat – Jawa Tengah
223. Hendra Alwarits – Sulawesi Tengah
224. Hendra Purnama – Kalimantan Timur
225. Herdina Primasanti – Jawa Barat
226. Herdini Primasanti – Jawa Barat
227. Herdoni Syafriansyah – Sumatera Selatan
228. Herman RN – Aceh
229. Hernandes Ade Putra – Bengkulu
230. Hernowo Banyuaji – Jawa Tengah
231. Heru Joni Putra – Depok, Jawa Barat
232. Hidayatul Khomaria – Jawa Timur
233. Hikmat Gumelar – Jawa Barat
234. Himas Nur – Jawa Tengah
235. Hudan Nur – Kalimantan Selatan
236. Husni Mubarak – Kalimantan Barat
237. Husnizar Hood – Kepulauan Riau
238. Ibe S. Palogai – Makassar
239. Ida Fitri – Aceh
240. Ikal Hidayat Noor – Jawa Timur
241. Ikhlas AF Rumalessin – Ambon, Maluku
242. Ilvi Nurdiana – Mojokerto, Jawa Timur
243. Ilwan Dwi Cahyo – Probolinggo, Jawa Timur
244. Imam Budiman – Kalimantan Timur
245. Imam Mudofar – Jawa Barat
246. Imran Laha – Jawa Barat
247. Indah Larassati – Bengkulu
248. Inggit Putria Marga – Lampung
249. Intan Larassati – Bengkulu
250. Ira Esmiralda – Bangka Belitung
251. Irpan Giri H. – Jawa Barat
252. Irwan Bajang – Yogyakarta
253. Isom Rusydi – Jawa Timur
254. Ivo Trias J – Kalimantan Barat
255. Iyut Fitra – Payakumbuh, Sumatera Barat
256. Jabbar Abdullah – Jawa Timur
257. Jamil Abdul Aziz – Jakarta
258. Jamil Massa – Gorontalo
259. Jauhar R – Banten
260. JC Pramudia Natal – Ciputat, Banten
261. Jein Oktaviany – Jawa Barat
262. Jihan Suweleh – Jakarta
263. Jimmy S. Mudya – Pontianak, Kalimantan Barat
264. Joel Pasbar – Sumatera Barat
265. Johan Risfiansyah – Jawa Barat
266. Julaiha S. – Sumatera Utara
267. Juli Ishaq – Sumatera Barat
268. Juli Prasetya Alkamzy – Jawa Tengah
269. Jumadi Zanu Rois – Riau
270. Jumari HS – Kudus, Jawa Tengah
271. Junaidi Khab – Sumenep, Madura, Jawa Timur
272. Juperta Panji Utama – Lampung
273. Kafi Ekayasa – Jakarta
274. Kamsah – Makassar
275. Kardanis Muda Wijaya – Bali
276. Kedung Darma Romansha – Yogyakarta
277. Ken Hanggara – Jawa Timur
278. Khairur R Bunang – Sumenep, Madura, Jawa Timur
279. Khanafi – Jawa Tengah
280. Khodyani Achmad – Banten
281. Khotibul Iman – Jawa Tengah
282. Kiki Sulistyo – Nusa Tenggara Barat
283. Kim Al Ghozali – Bali
284. Kojel Put On – Banten
285. Komang Ira Puspitaningsih – Yogyakarta
286. KoniginDerRosen – Jawa Barat
287. Kunni Masrohanti – Riau
288. Kurnia Hadinata – Sumatera Barat
289. Kurniawan Yunianto – Jawa Tengah
290. Lacahya – Jawa Tengah
291. Lady Charinda – Sumatera Selatan
292. Lailatul Kiptiyah – Nusa Tenggara Barat
293. Langit Amaravati – Jawa Barat
294. Larasati Sahara – Aceh
295. Larasia Febriza – Sumatera Selatan
296. Laura Rafti – Riau
297. Lidia Tokan – Nusa Tenggara Timur
298. Lisa Armenia NA – Jawa Timur
299. Lisma Laurel – Jawa Timur
300. Liya Maulidianti – Mataram, Nusa Tenggara Barat
301. Lutfi Mardiansyah – Jawa Barat
302. Luthfi Akbar Fahriza – Jawa Barat
303. M Rosyid Husnul Waro’i – Jawa Timur
304. M. Abdurrahman – Jawa Barat
305. M. Iqbal Maulana – Jawa Timur
306. M. Sohib – Malang, Jawa Timur
307. M. Zainul Kirom – Nusa Tenggara Barat
308. M.Z. Affan – Jawa Timur
309. Made Adnyana Ole – Bali
310. Mahdi Idris – Aceh
311. Mahfud RD – Jawa Timur
312. Maidi Abe – Jawa Timur
313. Marhalim Zaini – Riau
314. Mariati Atkah – Sulawesi Selatan
315. Marina Novianti – Sumatera Utara
316. Mario Hikmat – Sulawesi Selatan
317. Mario Lawi – Nusa Tenggara Timur
318. Marthen Reasoa – Maluku
319. Martin – Jambi
320. Mas Ruscitadewi – Bali
321. Mashdar Zaenal – Jawa timur
322. Maulana Satrya Sinaga – Sumatera Utara
323. Maulidan Rahman Siregar – Sumatera Barat
324. Maymoon Nasution – Pekanbaru
325. Mazka Hauzan Naufal – Jawa Tengah
326. Mei Elvina – Jawa Barat
327. Meiby Yohannalisa – Jambi
328. MH Kholis – Pamekasan, Madura, Jawa Timur
329. Mia Indria – Jawa Barat
330. Miko Waldufri – Sumatera Barat
331. Mirna Ningrum – Jambi
332. Moch. Ramlin – Nusa Tenggara Barat
333. Mochamad Afrizal – Jawa Tengah
334. Mohammad Ali Tsabit – Jawa Timur
335. Mohammad Arfani – Sumatera Selatan
336. Mohammad Chandra Irfan – Jawa Barat
337. Mohammad Kholili – Jawa Timur
338. Morika Tetelepta – Maluku
339. Muhajir MA – Sulawesi Selatan
340. Muhamad Arifin – Jawa Tengah
341. Muhammad Asqalani eneste – Riau
342. Muhammad Fadhli – Sumatera Barat
343. Muhammad Farrid Wijaya – Jawa Timur
344. Muhammad Ikhsan – Sumatera Utara
345. Muhammad Khadafi – Jakarta
346. Muhammad Lefand – Jawa Timur
347. Muhammad Rois Rinaldi – Banten
348. Muhammad Sadli – Kalimantan Timur
349. Musylia Nurfadhlia – Sulawesi Selatan
350. Mutiara Putri Dhamastuty – Jawa Tengah
351. N Shalihin Damiri – Jawa Timur
352. N. Eka P. – Banten
353. Nadila D. – Jawa Barat
354. Najla Anissa Fatin – Sumatera Barat
355. Nanang Suryadi – Jawa Timur
356. Naomi Hutahuruk – Jambi
357. Nasrulloh Habibi – Jawa Timur
358. Naufal Al Mahrosi – Sumenep, Jawa Timur
359. Nazratul Putri – Jambi
360. Noer Listanto Alfarizi – Jawa Barat
361. Norma Eka – Yogyakarta
362. Norrahman Alif – Jawa Timur
363. Novhelis Sandra Borty – Jambi
364. Novita Sari – Jambi
365. Nunuk Priyati – Yogykarta
366. Nur Adelia – Sulawesi Selatan
367. Nurdiansyah Oemar – Riau
368. Nurkhalida Alfaini – Jawa Barat
369. Nurul Mutmainnah – Sulawesi Tenggara
370. Obe Ahmad Marzuki – Bali
371. Okta Piliang – Sumatera Barat
372. Olive Hateem – Sumatera Selatan
373. Onald Baruk – Nusa Tenggara Timur
374. Panji Aswan – Kalimantan Timur
375. Pendi Murdani – Sumatera Selatan
376. Pieter P Pureklolong – Kepulauan Riau
377. Pilo Poly – Aceh
378. Pradewi Tri Chatami – Bandung, Jawa Barat
379. Pramesa Nairma – Tangerang, Banten
380. Pringadi A. S. – Sumatera Selatan
381. Pujo Warsito – Jawa Barat
382. Puput Amiranti – Jawa Timur
383. Putra Niron – Nusa Tenggara Timur
384. Putra Zaman – Sumatera Selatan
385. Putri Mawadah – Banten
386. Quidora Soera – Nusa Tenggara Timur
387. Ragil Sukriwul – Kuanheun, NTT
388. Rahman El Hakim – Jawa Timur
389. Rahmatia Mohamad – Gorontalo
390. Rahmi Fataya – Banten
391. Rajif Duchlun – Maluku Utara
392. Raka Prama Putra – Bali
393. Rama Aditya Putra – Jawa Barat
394. Ramon Damora – Kepulauan Riau
395. Ramoun Apta – Jambi
396. Rani Amalia Busyra – Sumatera Selatan
397. Redovan Jamil – Sumatera Barat
398. Refdinal Muzan – Sumatera Barat
399. Rendy Wijaya – Kalimantan Timur
400. Rendy Wijaya – Yogyakarta
401. Rendy Yulandri – Sumatera Utara
402. Revalino Baripon Nepa – Maluku
403. Ria Try Fitriana – Nusa Tenggara Timur
404. Rick Monintja – Gorontalo
405. Ricky A. Manik – Jambi
406. Ricky Ulu – Nusa Tenggara Timur
407. Rido Arbain – Sumatera Selatan
408. Rifat Khan – Nusa Tenggara Barat
409. Rifki Syarani Fachry – Jawa Barat
410. Rifqi Ajmaen – Jawa Timur
411. Riki Kurnia – Tasikmalaya, Jawa Barat
412. Riki Rinaldi – Jawa Barat
413. Riki Utomi – Riau
414. Rinda Harmanita – Sumatera Selatan
415. Rini Febriani Hauri – Jambi
416. Rini Intama – Banten
417. Rinidiyanti Ayahbi – Jakarta
418. Rio Fitra SY – Sumatera Barat
419. Rio Rinaldi – Padang, Sumatera Barat
420. Ririe Rengganis – Jawa Timur
421. Risa Mutia – Jambi
422. Risna Sanbe – Jakarta
423. Riza Febrianp – Jawa Barat
424. Riza Hamdani – Jawa Barat
425. Rizki Amelia Puriani – Jawa Timur
426. Rizky Aditya F. – Malang, Jawa Timur
427. Rm Amanche Frank Oe Ninu – Nusa Tenggara Timur
428. Robby Julianda – Sumatera Barat
429. Rocheline Jasmine – Jakarta
430. Roesda Leikawa – Maluku (Ketua WPI Cab. Ambon)
431. Roymond Lemosol – Maluku
432. Rudi Fofid – Maluku
433. Rudi Syarif – Medan, Sumatera Utara
434. Rukmi Wisnu Wardani – Jakarta
435. Ruly R – Jawa Tengah
436. Rusliadi Darwis – Sulawesi Selatan
437. Rustam Bostan – Sulawesi Selatan
438. S Marindra – Sulawesi Selatan
439. Safar Banggai – Sulawesi Tengah
440. Safri Naldi – Bandung
441. Sahadewa – Nusa Tenggara Timur
442. Said Lutfi AlMahdaly – Bula, Maluku
443. Sakinah Sudin – Sulawesi Selatan
444. Sakti Ramadhan – Banten
445. Sam Haidy – Jawa Barat
446. Samsir Marangga – Sulawesi Tenggara
447. Samsudin Adlawi – Jawa Timur
448. Sandi Firly – Kalimantan Selatan
449. Sanusi Pane – Jambi
450. Sarah Arumanita – Jakarta
451. Sartika Sari – Sumatera Utara
452. Sastika Noela – Kalimantan Timur
453. Satria Semadi – Nusa Tenggara Timur
454. Sengat Ibrahim – Jawa Timur
455. Septa Ardhya Pramesta Chandrani – Jawa barat
456. Setyowati Wulandari – Jawa Tengah
457. Shinta Febriany – Sulawesi Selatan
458. Sihar Ramses Simatupang – Jakarta
459. Sindu Putra – Mataram, Nusa Tenggara Barat
460. Sinta Ridwan – Jawa Barat
461. Siska Nahla Padilla – Jawa Barat
462. Siti Nuzulia Regar – Jawa Barat
463. Soni Tri Harsono – Jawa Tengah
464. Sonny Lamoren – Nusa Tenggara Timur
465. Sony Sirait – Sumatera Utara
466. Sosiawan Leak – Solo, Jawa Tengah
467. Sri Wahyuni – Jawa Barat
468. Sugianto ‘Gie’ – Jambi
469. Suhanggono – Jawa Tengah
470. Sulthan Indra Muhidin – Sumatera Barat
471. Sumatri Widatdo – Riau
472. Sunaryo JW – Sumatera Utara
473. Sunlie Thomas Alexander – Yogyakarta
474. Supri Gantu – Sulawesi Utara
475. Surya Gemilang – Bali
476. Sutono – Tegal
477. Syaifuddin Gani – Kendari, Sulawesi Tenggara
478. Syaiful Arifin – Nusa Tenggara Barat
479. Syaihun – Sampang, Madura, Jawa Timur
480. Syarif Aliza – Aceh
481. Syukri Jundi – Sumatera Utara
482. Tajullail Dasuqi – Jawa Timur
483. Taufig Agung Sinaga – Jakarta Selatan
484. Taufik Ikram Jamil – Riau
485. Tegar Putra Adi Nugraha – Jawa Tengah
486. Teuku Abie Yoes – Aceh
487. Tiara Purnamasari – Jawa Barat
488. Tio Agung Rianto – Sumatera Utara
489. Tirena Oktaviani – Jawa Barat
490. Titan Sadewo – Sumatera Utara
491. Titi Aoska – Jakarta
492. Titin Jene – Nusa Tenggara Timur
493. Titis Wahyudi – Jawa Tengah
494. Tjahjono Widarmanto – Jawa Timur
495. Tjak S Parlan – Nusa Tenggara Barat
496. Topik Mulyana – Jawa Barat
497. Toto ST Radik – Banten
498. Tri Wibowo – Jawa Barat
499. Trip Umiuki – Tangerang, Banten
500. Ubai Dillah Al Anshori – Sumatera Utara
501. Ulil Ayidi – Jakarta
502. Ulum Bidari – Sumatera Selatan
503. Umar Fauzi Ballah – Jawa Timur
504. Ummi Azizah – Jawa Barat
505. Unu Ruben Paineon – Nusa Tenggara Timur
506. Uwin Mokodongan – Kotamobagu, Sulawesi Utara
507. Valentina Edellwiz Edwar – Bengkulu
508. Varli Pay Sandi – Pontianak
509. Ve Somantri – Jawa Barat
510. Vera Hastuti – Aceh
511. W. Haryanto – Jawa Timur
512. W.N. Rahman – Jawa Timur
513. Wahyu Fauzi Marpaung – Pematang Siantar, Sumatera Utara
514. Wahyu Gandi G – Sulawesi Selatan
515. Wahyu Wibowo – Sumatera Selatan
516. Wanda Lesmana – Sumatera Selatan
517. Wawan Kurniawan – Sulawesi Selatan
518. Wayan Jengki Sunarta – Bali
519. Wendy Fermana – Sumatera Selatan
520. Weni suryandari – Tangerang, Banten
521. Weny Mukaddas – Sulawesi Selatan
522. Wibam – Banten
523. Widya Wulandari – Jawa Barat
524. Willy Siswanto – Bangka Belitung
525. Wina SW – Aceh
526. Windy Siswanty – Jawa Timur
527. Wy Aprilya – Gorontalo
528. Yahya Aponno – Ambon
529. Yogira Yogaswara – Bandung, Jawa Barat
530. Yohanes Vianey Soda Lein – Jerman
531. Yohanto A. Nugraha – Jawa Barat
532. Yona Primadesi – Sumatera Barat
533. Yori Kayama – Bengkulu
534. Yudi Aditya Pratama – Sumatera Selatan
535. Yudi Damanhuri – Banten
536. Yudi Sharofi – Sumatera Selatan
537. Yuditeha – Jawa Tengah
538. Yulian Yan – Bengkulu
539. Yulizar Fadli Lubay – Lampung
540. Yusran Arifin – Tasikmalaya, Jawa Barat
541. Yusril Ihza – Surabaya, Jawa Timur
542. Yuumeina Ryuri – Jawa Tengah
543. Zaenal Radar T. – Tangerang Selatan, Banten
544. Zahratul Wahdati – Jawa Tengah
545. Zahrotul – Malang, Jawa Timur
546. Zham Sastera – Banten
547. Zul Adrian Azizam – Sumatera Barat
548. Zulfaisal Putera – Banjarmasin, Kalimantan Selatan
549. Zulkifli Songyanan – Jawa Barat