Peusaba Harap Pemerintah Aceh Perhatikan Makam Sultan Sayyidil Mukammil

BANDA ACEH, Kabarpidiejaya.com — Ketua Ketua Lembaga Penyelamat Sejarah dan Budaya Aceh (Peusaba), Mawardi Usman menilai masyarakat Aceh dan pemuda perlu meneladani sikap dan tindakan Sultan Sayyidil Mukammil yang memimpin Aceh pada 1589 hingga 1604 dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Mawardi, tindakan tawadhu dan arif serta bijak yang ada dalam diri Sultan Sayyidil seharusnya bisa menjadi contoh baik dalam kehidupan masyarakat khususnya di Aceh.

“Rakyat Aceh dan generasi muda wajib meniru kehidupan Sultan Sayyidil Mukammil, yang alim dan juga tidak melihat seorang dari jenis kelaminnya. Terbukti, atas kearifan beliau masa itu, Sultan mengangkat Malahayati sebagai Laksamana perempuan,” kata Mawardi dalam sambutannya pada kegiatan mengenang 429 Tahun Naik Tahtanya Sultan Sayyidil Mukammil (1589-1604) di Komplek Pemakaman Sultan Sayyidil Mukammil, Merduati, Banda Aceh, Sabtu, 3 Maret 2018.

Menurut dia, sudah saatnya masyarakat Aceh kembali mengenang dan mempelajari sosok Sultan Sayyidil Mukammil yang pernah mengharumkan nama Aceh di kancah perpolitikan dunia.

“Pada masa Sultan Sayyidil Mukammil sultan Aceh setara raja-raja besar dunia, Sultan Akbar dari India, Syah Abbas Sultan Dinasti Safawid, Sultan Muhammad III Turki dan Sultan Ahmad Al Mansur dari Magribi, Raja Portugal dan Spanyol Felipe II, Ratu Inggris Queen Elizabeth, Raja Belanda Prints Maurist Van Nassau. Dan semua Raja dunia masa itu memiliki hubungan dengan Kesultanan Aceh,” lanjut dia.

Meskipun pada masa lalu Sultan Sayiddil Mukammil menjadi kiblat raja dan sultan dunia, tapi hingga saat ini makam Sultan Sayyidil Mukammil sungguh tidak layak dan terpencil. Sehingga tak dapat dikenali dengan baik walaupun posisinya berada di tengah kota.

“Karena itu, kita harapkan ke depan semua pihak wajib peduli dan menyumbangkan sedikit dana guna membangun cungkup dan taman di Makam Sultan Sayyidil Mukammil, untuk mengenang indatu kita yang telah mengharumkan Aceh Darussalam. Kita juga berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Aceh,” tambah Mawardi.

Sementara, Wakil Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Abu Raman Kaoy yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, generasi muda Aceh wajib belajar sejarah dari sosok Sultan Sayyidil Mukammil dan juga meniru keteladanan yang dimiliki Sultan.

“Kita juga kelak berharap ada lukisan Sultan Aceh terpampang di dinding sekolah Aceh bersanding dengan pahlawan pahlawan nasional yang lain, sehingga generasi muda Aceh mengenal sejarah nenek moyang mereka,” ujarnya. []