Permudah Masyarakat, BPJS Kenalkan Teknologi Rujukan Online

Direktur BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady (tengah), dalam acara ngopi bareng dan Halal Bi Halal bersama BPJS, Senin, 25 Juni 2018.

JAKARTA, Kabarpidiejaya.com | Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali melakukan pengoptimalan pelayanan, dengan pengembangan sistem Rujukan Online. Sistem ini disebut-sebut akan memangkas berbagai kesulitan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang sudah tersentralisasi baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

“Untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat, maka fasilitas kesehatan harus pula paham dengan kondisi zaman now, seperti memanfaatkan teknologi rujukan online ini. Sistem tersebut diwajibkan bagi semua FKTP yang sudah terhubung jaringan internet, dan sudah dimulai sejak tanggal 21 Juni 2018,” kata Direktur BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady, dalam acara ngopi bareng dan Halal Bi Halal bersama BPJS, Senin, 25 Juni 2018.

Maya mengatakan, BPJS Kesehatan sudah sejak lama mempersiapkan pengembangan sistem teknologi tersebut. Namun, implementasinya sendiri tergantung pada kesiapan setiap masing-masing FKTP. “Prosedur rujukan online pada dasarnya sama dengan sistem rujukan manual. Yang membedakan ialah, ada sejumlah keunggulan jika masyarakat berpindah ke sistem online.” Kata dia.

Adapun keunggulan tersebut, Pertama, dengan sistem rujukan online, peserta tidak perlu khawatir jika kehilangan atau lupa membawa surat rujukan. Sebab data peserta telah tersimpan baik itu di FKTP maupun rumah sakit. Artinya, pasien hanya perlu memperlihatkan kartu tersebut kepada petugas.

Kedua, dengan menggunakan rujukan online itu, masyarakat juga akan dimanjakan dengan segala kebutuhan lain seperti tercatatnya data pasien antar fasilitas sehingga tidak perlu diinput lagi saat pendaftaran, mendapatkan info diagnosa penyakit, hingga mendapatkan kepastian rujukan sesuai dengan kebutuhan medis peserta pasien.

“Sistem rujukan online ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan admintrasi di fasilitas kesehatan. Nilai tambahnya adalah, pasien juga dapat memantau langsung data tersebut dari FKTP ke FKRTL, di mana data-data ini langsung tersambung (terkoneksi) ke FKRTL sehingga memudahkan pemeriksaan terhadap calon pasien. Ini juga ditujukan kepada pasien yang lupa membawa surat rujukan,” kata dia.

Sampai Mei 2018, lanjut Maya, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 20.975 FKTP dan 2.367 FKRTL (Rumah Sakit dan Klinik Utama). Dari angka itu, sebanyak 18.737 FKTP sudah terhubung jaringan komunikasi datanya, dan bisa menerapkan sistem rujukan online. Dengan program ini, BPJS optimis jumlah fasilitas kesehatan yang mengaplikasikan sistem rujukan online akan meningkat dari waktu ke waktu.

“Memang saat ini kita msih dalam masa transisi. Rujukan manual dalam bentuk kertas masih diberlakukan. Pun begitu, di sebagian fasilitas, rujukan online juga sudah berjalan. Kami sedang berupaya dalam waktu dekat makanisme rujukan ini dapat diterapkan dengan optimal diseluruh mitra kami, untuk itu, kami juga akan terus melakukan sosialisasi kepada mitra kami agar paham betul mekanisme rujukan online sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS,” ujarnya.