Jelang Asian Games 2018, Polri Lakukan Perluasan Kawasan Ganjil Genap

Kepala Koprs Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Pol Drs Royke Lumowa MM di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, saat memantau hari pertama pemberlakuan ganjil-genap, Rabu, 1 Agustus 2018. (Foto: Kabarpidiejaya.com)

JAKARTA, Kabarpidiejaya.com | Berbagai keperluan telah disiapkan guna menyambut Asian Games 2018 yang tinggal beberapa hari lagi. Mulai dari infrastruktur, fasilitas penginapan para atlit, menghiasi ibu kota dengan berbagai pernak-pernik Asian Games, hingga kebijakan perluasan ganjil genap yang dikeluarkan pihak kepolisian selama perhelatan Asian Games berlangsung.

“Hingga saat ini, hampir 80-90 persen pengguna jalan sudah patuh dengan aturan yang ada,” kata Kepala Koprs Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Pol Drs Royke Lumowa MM di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, saat memantau hari pertama pemberlakuan ganjil-genap, Rabu, 1 Agustus 2018.

Aturan tersebut mulai diberlakukan hari ini, Rabu, 1 Agustus 2018 dimulai sejak pukul 06.00 hingga 21.00 WIB. Bagi pengendara yang melakukan pelanggaran, polisi akan menindak tegas sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan pidana kurungan maksimal dua (2) bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

“Adapun perluasan kawasan pembatasan ganjil genap yakni Jl. Medan Merdeka Barat, Jl. MH Thamrin, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Sisingamangaraja, Jl. Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan – simpang Slipi), Jl S. Parman (simpang slipi-simpang Tomang), Jl. MT.Haryono (simpang UKI-simpang Pancoran-simpang Kuningan),” kata dia.

Selanjutnya, tambah dia, perluasan tersebut dilanjutkan ke Jl HR Rasuna Said, Jl. D.I Panjaitan (simpang Pemuda-simpang Kalimalang-simpang UKI), Jl. Jenderal A.Yani (simpang Perintis – simpang Pemuda), Jl. Benyamin Sueb (simpang Benyamin Sueb-Kupingan Ancol) dan Jl Metro Pondok Indah (simpang Kartini- Bundaran Metro Pondok Indah-simpang Pondok Indah-impang Bungur-simpang Gandaria City-simpang Kebayoran Lama) serta Jl. RA Kartini.

Pun demikian, pihak kepolisian tetap memberikan rute alternative bagi masyarakat agar tetap beraktivitas seperti Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Suprapto-Jalan Salemba Raya-Jalan Matraman, dan seterusnya. Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Saharjo-Jalan Casablanca-Jalan KH Mas Mansyur, dan seterusnya. Jalan RE Martadinata-Jalan Danau Sunter Barat-Jalan HBR Motik-Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.

“Atau dari Jalan Kwitang-Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya. Jalan RA Kartini-Jalan Ciputat Raya. Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika (arah utara) atau Jalan Akses Tol Cikampek-Jalan Sutoyo-Jalan Dewi Sartika-Jalan Raya Kalibata-Jalan Pasar Minggu-Jalan Soepomo-Jalan Casablanca, dan seterusnya (arah barat),” jelasnya.***