Hadir dalam Diskusi Pelayanan Publik, Ini Harapan KoPPA

BANDA ACEH, Kabarpidiejaya.com | Komite Persatuan Pemuda Aceh (KoPPA) menghadiri kegiatan “Harapan Baru untuk Pelayanan Publik di Banda Aceh Gemilang melalui BAPPEDA Kota Banda Aceh” yang digelar Masyarakat Sipil Peduli Syariah (JMSPS) bersama Youth Forum Aceh (YFA) dan Gerakan Pemuda untuk Perubahan (GEMPUR) di Aula Lantai 2 Bappeda, Kamis, 13 September 2018.

Sekretaris KoPPA, Safrizal S, mengungkapkan rasa terima kasih karena telah diundang secara khusus dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti itu sangat membantu kelompok muda dalam menyalurkan ide serta masukan untuk perbaikan dan pengembangan layanan publik.

“Kegiatan seperti ini akan membangkitkan semangat pemuda dalam membantu pemerintah memperbaiki layanan publik. Kita menaruh harapan besar kepada Pemkot Banda Aceh agar dapat menampung rekomendasi ini serta dapat bersinergi lebih baik lagi terhadap kelompok muda yang ada di Aceh,” kata dia, dalam siaran pers yang diterima Kabarpidiejaya.com, Kamis, malam.

Diskusi tersebut digelar untuk merumuskan gambaran capaian dan juga rekomendasi-rekomendasi yang melibatkan kelompok muda untuk mendorong perbaikan dan pengembangan layanan publik yang inklusif sesuai dengan visi misi walikota “Mewujudkan Kota Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariat”.

“Diskusi ini juga banyak menyinggung soal fasilitas publik, seperti Air PDAM yang sering bermasalah serta pemutusan air PDAM yang terjadi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” kata pria yang akrab disapa Ijal itu.

Selain terkait masalah di atas, disinggung pula bagaimana buruknya pelayanan publik lainnya seperti tempat sampah tidak di tempatnya, jumlah mobil pengangkut sampah masih minim, hingga tempat pembuangan sampah yang masih tidak teratur.

“Nanti kita akan mendorong pihak-pihak terkait dalam hal ini untuk memperhatikan poin-poin diskusi yang muncul. Tentu harapannya agar penataan tersebut maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Bappeda Banda Aceh, Hafriza mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi masukan, saran, ide serta rekomendasi dari peserta yang hadir.

“Kita berharap diskusi seperti ini dapat sering dilakukan agar kita di Pemerintahan khususnya Kota Banda Aceh dapat mengetahui akar masalah yang ada di Banda Aceh. Saya ibaratkan seperti gunung es ditengah lautan. Yang tampak hanya ujungnya yang kecil sementara bongkahannya yang besar berada di dasar laut tanpa bisa kita lihat,” kata dia.

Selain itu, dirinya juga akan mempertimbangkan beberapa poin diskusi yang disampaikan oleh peserta agar dapat dijalankan oleh Pemkot Kota Banda Aceh. (P2)