Korban Gempa di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur kekurangan Logistik

Relawan dari Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, Fery Syarwan, menyerahkan donasi kepada korban gempa bumi di Desa Sembalun Lawang, Kec. Sembalun, Kab. Lombok Timur, NTB, Sabtu, 1 September 2018. (Foto: Ist)

LOMBOK, Kabarpidiejaya.com | Korban gempa di kawasan Kaki Gunung Rinjani, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluhkan kurangnya berbagai keperluhan mendesak seperti logistik, tenaga kesehatan, dan relawan terapi trauma healing di lokasi mereka.

“Kami berharap agar apa yang dibutuhkan itu segera diadakan agar masyarakat di sini dapat terlayani dengan baik dan kebutuhannya terpenuhi,” ujar Rosidin, seperti dilansir Pilarindonesia.com, Sabtu, 1 September 2018 kemarin.

Tak hanya itu, Balak Aldi, warga lainnya yang berada di Desa Sembalun Bumbung, mengatakan tenda juga menjadi kebutuhan mendesak pengungsi saat ini.

“Sangat sedikit tenda di lapangan (lokasi pengungsian). Kami tidak kebagian. Kalau ada pembagian tenda di kantor desa, kami tidak dapat,” ujar dia.

Aldi mengaku cemas, sebab sebentar lagi istrinya akan melahirkan. Tinggal menghitung hari. Namun, ia belum menyiapkan tempat yang layak. Rumahnya juga ikut hancur saat gempa melanda wilayah itu.

Berdasarkan pemantauan, dibandingkan dengan Kabupaten Lombok Utara, lembaga kemanusiaan yang masuk ke Kabupaten Lombok Timur memang masih terbilang minim. Mungkin dikarenakan akses yang menuju Lombok Timur cukup jauh dan terjal, sedangkan di Lombok Utara dan Barat, aksesnya mudah dan cepat.

Kendati demikian, Feri Syarwan, anggota tim relawan kemanusiaan dari Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan, telah menyatakan kesediaannya membantu keluarga Balak Aldi untuk pengadaan tenda dan pembangunan hunian sementara.

“Insya Allah, Ahad atau Senin besok, segera akan kami kirimkan tenda ke Lombok Timur ini,” ujar relawan asal Kota Makassar itu.

Laporan: Irfan Abdul Gani dari LombokĀ