Polisi Tangkap Lima Pelaku Ilegal Loging Di Beuracan

MEUREUDU, Kabarpidiejaya.com | Lima pelaku ilegal loging yang sedang menebang kayu di hutan kawasan pegunungan Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie. Mereka ditangkap saat melakukan aksi penebangan tanpa izin di kawasan hutan milik negara.

Penangkapan ke lima pelaku ilegal loging tersebut menurut Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi, ST, MM dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat setempat, bahwa di lokasi kawasan hutan pegunungan Beuracan ada aktivitas penebangan pohon secara ilegal. Dan  personil langsung bergerak ke lokasi yang dilaporkan tersebut.

Katanya, lima pelaku ilegal loging yang ditangkap itu, tiga di antaranya adalah warga Pidie Jaya dan dua orang lainnya merupakan warga Aceh Utara. Ke lima pelaku penebangan hutan tanpa izin tersebut ditangkap polisi pada Kamis (6/9) sekira pukul 12.00 WIB kemarin.

“Mereka ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat setempat bahwa ada aktivitas penebangan pohon tanpa izin di kawasan pegunungan Beuracan, Meureudu,” kata Mahliadi, Jum’at (7/9) kemarin

Di lokasi penangkapan, lanjutnya polisi menemukan sebanyak enam keping kayu olahan, tiga unit Chain Saw dan dua unit sepeda motor yang dipergunakan mengangkut kayu. Pelaku sebut Mahliadi melakukan aksi penebangan hutan tanpa mengantongi izin dari pejabat yang berwenang.

“Saat di tangkap, rupanya pelaku mengolah kayu ilegal tersebut langsung di lokasi, kemudian melansir ke tempat yang dapat dilalui sepeda motor, selanjutnya dibawa turun ke perkampungan dengan  tujuan dijual kepada yang membutuhkan,” terang dia.

Disebutkan, kelima pelaku ilegal loging yang merusak hutan tanpa izin itu masing-masing berinisial AM (45) warga Gampong Blang Baro, Kecamatan Bandar Baru, MN (32), warga Gampong Rumpuen, Kecamatan Meureudu, AZ (33) warga Gampong Glumpang Tutong, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Sedangkan MZ (32) dan RD (23) merupakan warga Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kelima pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pidie guna penyidikan lebih lanjut dan akan jerat dengan pasal 82 ayat (1) huruf (a), (b) dan huruf (c), Undang – Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberatasan Perusakan Hutan. (IP)