Kepala BPPA, Almuniza Kamal: Prioritas Pemerintah Jadikan Sultan Muhammad Daoed Sjah sebagai Pahlawan Nasional

JAKARTA, Kabarpidiejaya.com | Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa hari ini adalah hari bersejarah bagi dirinya dan juga seluruh warga Aceh yang ada di Jakarta kerena masih diberikan kesempatan untuk berziarah ke salah satu pusara Sultan terakhir Aceh, Toeankoe Sultan Muhammad Daoed Sjah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawamangun, Jakarta Timur.

Sultan Muhammad Daoed Sjah berkuasa pada tahun 1874 hingga 1923. Dalam kepemimpinannya, Sultan terakhir ini tetap memperjuangkan agar rakyat Aceh terbebas dari penjajahan Belanda. Atas perlawanan tersebut, pada 3 Februari 1903 Muhammad Daoed Sjah akhirnya terpaksa ditahan oleh Belanda sebagai tahanan rumah di Keudah, Banda Aceh. Terakhir, Sultan dibuang Belanda ke Pulau Jawa pada 14 Desember 1907.

“Beliau adalah salah satu tokoh kunci Sultan Aceh terakhir yang pada detik-detik terakhir kehidupan beliau masih berjuang untk mempertaruhkan nyawa dan keluarganya agar Aceh terbebas dari penjajahan Belanda,” ujarn Almuniza di kompleks TPU Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 5 Novermber 2018.

“Oleh karena itu, menjadi prioritas pemerintah bersama-sama masyarakat Aceh di perantauan untuk menjadikan Sultan Muhammad Daoed Sjah sebagai Pahlawan,” sambung dia.

Almuniza mengatakan, pihaknya selaku perpanjangan tangan dari pemerintah Aceh yang berada di Jakarta saat ini sedang melakukan pendataan terkait aset maupun perkuburan pahlawan dan tokoh-tokoh Aceh di Jakarta.

“Setelah data ini ada, langkah yang selanjutnya kita lakukan adalah memperbaiki dan melakukan pemugaran di setiap perkuburan. Ini kita lakukan supaya dikemudian hari apabila ada keluarga atau pun masyarakat dari Aceh yang berziarah akan lebih mudah,” kata Almuniza.

Sultan Muhammad Daoed Sjah dikukuhkan sebagai Sultan pada usia tujuh tahun. Beliau menggantikan ayahnya Sultan Alaidin Mahmudsyah yang meninggal pada 28 Januari 1874 karena digerogoti wabah kolera. Dua tahun setelah naik tahta, Belanda menyerang Aceh yakni 26 Maret 1873.

Hingga akhir hayat, Sultan Muhammad Daoed Sjah belum juga menyerahkan kedaulatan Aceh kepada Belanda.