Lebih dari 60 Penyair Dalam dan Luar Negeri akan Meriahkan FSIGB

Kompleks Purna MTQ Bintan, Tanjungpinang, Provinsi Kepri. (Foto: Istimewa)

KEPRI, Kabarpidiejaya.com | Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) akan dimulai hari ini, Kamis, 29 November 2018. Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh lebih dari 60 penyair baik dari dalam dan luar negeri.

Penggagas FSIGB, Rida K Liamsi mengatakan. Dirinya bersama tim panitia terus bekerja secara maksimal guna melakukan berbagai persiapan. “Kami ingin memberikan yang terbaik kepada para penyair dari Indonesia dan luar negeri yang ikut pada festival ini,” katanya.

Rida menuturkan, adapun persiapan yang telah rampung hingga saat ini adalah penyusunan paket buku kumpulan puisi. Buku tersebut, kata dia, akan dibagikan secara cuma-cuma kepada para peserta yang memang menjadi bagian dari FSIGB.

Selain itu, ada pula sejumlah buku lain yang akan dibagikan. Buku tersebut berasal dari hibah para penyair dari Kepulauan Riau dan Singapura.

”Selain buku antologi yang memang menjadi bagian dari festival ini, juga ada buku-buku hibah dari para penyair Kepulauan Riau dan Singapura. Kami berterima kasih untuk itu,” ujarnya.

Rida menyebutkan. Persiapan lain yang juga sudah dikerjakan tim panitia adalah pendirian pangging di Kompleks Purna MTQ Bintan. Panggung itu, kata Rida, dipersiapkan untuk malam pembukaan FSIGB sekaligus pemberian Anugerah Jembia Emas 2018.

Di acara tersebut, rencananya Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Bupati Bintan Apri Sujadi juga akan hadir ke tengah-tengah penyair.

Esoknya, peserta juga akan diajak untuk mengikuti serangkaian kegiatan FSIGB lainnya. Salah satunya adalah ziarah budaya di Bintan dan Tanjungpinang.

Sementara, Koordinator ziarah budaya, Aswandi Syahri menyebutkan, acara ziarah ini juga mendapat respons positif dari warga setempat.

”Mereka juga antusias menyambut Festival Sastra Internasional Gunung Bintan yang kali pertama digelar ini. Nantinya, mereka juga ikut berpartisipasi untuk menjelaskan situs-situs sejarah yang akan dikunjungi seluruh peserta,” ujar Aswandi.

Lalu pada malam penutup 1 Desember nanti, usai serangkaian pembacaan puisi, akan ada pesta Joged Dangkong yang akan membungkus kesan selama tiga hari tiga malam di Bintan.

”Karena akan dibuka secara berkesan, harus ditutup dengan cara yang berkesan,” terang Adi Lingkepin, koordinator bidang acara.