Lima Desa di Kecamatan Tangse Terisolir

PIDIE, Kabarpidiejaya.com | Badan jalan Kemukiman Layan penghubung Lima Desa di Kecamatan Tangse putus total sejak Jumat malam (16/11).

Hingga Sabtu sore (18/11), kondisi badan jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Sementara kendaraan roda dua harus dibantu oleh masyarakat setempat untuk dapat melewati tanjakan yang terjal.

Camat Tangse, Muktar mengatakan, akan segera menangani kondisi badan jalan tersebut setelah jalan akses utama selesai diperbaiki.

“Ini adalah satu kemukiman Layan ya di Kecamatan Tangse, ini dengan sendirinya dengan putusnya jalan ini sudah menganggu perekonomian masyarakat, kemudian memang untuk hari ini sudah ditanggulangi oleh Pemerintah Kabupaten dalam hal ini terkait oleh BPBD dalam bentuk masa panik karena ini musibah bencana selain ada bantuan kepada masyarakat juga itu ya perbaikan sarana prasarana”,

Hujan yang mengguyur sejak dua hari terakhir di Tangse telah mengakibatkan beberapa badan jalan terputus.

“Akibat hujan deras dari dua hari lalu pada pukul 21. 00 wib hingga terjadi banjir bandang. Ini ada beberapa sungai di Tangse memang bukan ini saja, ini adalah satu Kemukiman Layan Kecamatan Tangse, akibatnya terganggu.

Lima Desa yang terisolir tersebut adalah Peunalom, Peunalom, Blang Teungoh, Blang Dalam, dan Pulo Baroh Kecamatan Tangse, Pidie.

Peristiwa banjir bandang yang terjadi di Desa Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie pada Jumat malam (16/11) lalu menyebabkan arus transportasi Meulaboh putus total.

Putusnya akses jalan nasional Beureunuen-Meulaboh tersebut menyebabkan kemacetan yang cukup lama. Sehingga, jalan lintas nasional tersebut tidak bisa dilalui kendaraan bermotor sejak Jumat malam pukul 20.00 wib hingga pukul 19.00 wib, Sabtu malam (17/11).

“Tadi malam pertama bisa lewat mobil setelah magrib,” kata Muhammad Gade kepada media ini Minggu (18/11) pagi.

Sebelumnya, warga yang hendak melakukan perjalanan ke Kota Tangse atau sebaliknya harus melewati jalur alternatif di Desa Blang Rimeeh, Pulo Teungoh, dan Paya Guci untuk kembali ke jalan nasional Beureuenuen-Meulaboh. Jarak yang ditempuh sekitar 30 menit perjalanan.

Kendaraan yang bisa dilalui pun terbatas. Hanya mobil dengan ukuran minibus dan kendaraan roda dua.

“Mutar dari Blang Rimeeh, Pulo Teungoh dan Paya Guci kesana. Jaraknya sekitar satu liter minyak atau kurang lebih setengah jam” tutupnya.

Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Pidie sejak sepekan terakhir mengakibatkan badan jalan nasional Beureuneun-Geumpang terputus. Bendungan irigasi yang terlatak dipinggir jalan lintas nasional tersebut tak mampu membendung laju air sungai yang cukup deras hingga tanggulnya jebol.